Dampak baik dan buruk kosmetik


Harga 20.000 - 100.000


Manusia canggih tak luput dari pemakaian kosmetik. Kosmetik menolong mengusung performa fisik supaya lebih tampil menarik. Bukan saja kaum Hawa, kaum Adam pun sekarang mulai memanfaatkan kosmetik supaya tampil lebih menarik. Betulkah terdapat mudarat (efek negatif) kosmetik di samping manfaatnya, ayo kita bicarakan di bawah ini

SEKARANG kosmetik bukan sekadar perangkat rias belaka, namun juga mempunyai sifat terapi. Kita mulai menginjak era cosmedic, memanfaatkan bahan obat ke dalam kosmetik. Itu sebabnya bila kosmetik digunakan secara keliru semakin besar bisa jadi mudarat kosmetik, selain guna yang barangkali kita dapat.
Kalau ditanya apakah kosmetik berfungsi tentu saja benar begitu. Demikian pula dengan peran cosmedic atau kosmetik medik. Jenis kosmetik ini di samping sebagai perangkat rias pun untuk memperbaiki situasi kulit.

Pertimbangan Efek Positif-Negatif
Sebagaimana pemakaian obat-obatan, dalam menggunakan kosmetik, usahakan tetap menurut pertimbangan efek positif-negatif. Bila risikonya lebih banyak ketimbang manfaatnya, lebih baik tidak dipakai. Suatu kosmetik hanya digunakan bila menyerahkan sejumlah manfaat untuk tubuh, sementara risiko dirasakan bagian dari konsekuensi pemakaiannya.

Kalau kulit dapat lebih estetis dengan menggunakan suatu kosmetik, pakailah sekitar risiko pemakaiannya masih termasuk aman. Sebaliknya bila keindahan kulit yang hendak kita dapatkan dari suatu kosmetik malah merugikan unsur tubuh lainnya, pemakaiannya mesti dihindari. Bila bahan kosmetik berisi bahan riskan seperti mercuri, misalnya. Mercuri memang dapat memutihkan kulit, namun mempunyai sifat racun untuk tubuh.

Kita tahu obat jerawat pun ada sejumlah jenis. Yang enteng bila tidak ditambahkan bahan obat corticosteroid. Penambahan obat ini pada obat jerawat supaya radang kulit berjerawatnya lekas mereda, dan jerawat cepat kering. Namun satu efek buruknya, obat ini menyisakan bercak hitam pada bekas jerawatnya.

Sisi Mudarat Kosmetik

Tidak seluruh kosmetik aman dipakai, kendati berkhasiat menambah estetis penampilan. Bukan saja kosmetik rias, parfum, bedak, deodoran tidak semuanya aman. Pertimbangan dunia medik, tak semata mempertimbangkan khasiat sebuah kosmetik, tetapi penting pula pertimbangan apakah aman dipakai.


Kosmetik atau barangkali yang termasuk cosmedic pemutih kulit dengan menggunakan bahan retinoin (vitamin A asam), apakah tidak jarang kali aman? Bukan bahannya benar yang perlu digunakan dengan sejumlah peringatan, melainkan teknik pakai, dan berapa takaran yang tepat.

Bahan pemutih berisi retinoin ini yang dipasarkan bebas tanpa resep dokter sering keunggulan dosis. Berbeda dosisnya dalam format cair, krim, atau jel. Kelebihan takaran obatnya dapat merusak kulit. Termasuk bila pemakaian siang hari. Kulit menjadi mengelupas laksana terbakar.

Bagaimana juga komsetik tercipta dari bahan kimia yang belum pasti akrab dengan situasi kulit kita. Apalagi yang diminum, atau disuntikkan. Tidak semuanya aman digunakan untuk masing-masing orang. Mereka yang sensitif terhadap kandungan di dalamnya dapat menimbulkan reaksi alergi.
Tidak seluruh kosmetik dari negeri empat musim sesuai untuk digunakan mereka yang tinggal di iklim tropik. Kebutuhan bakal kelembaban kulit tidak sama untuk setiap negara dengan musim yang berbeda. Kulit di iklim tropik tidak membutuhkan tidak sedikit kelembaban laksana kulit di iklim dingin.

Semua jenis obat yang menunjang kecantikan, atau memulihkan situasi kulit, atau menyusun kembali struktur tubuh dengan pertolongan obat-obatan lebih banyak mudaratnya bila tak tepat memakainya.


Comments

Popular Posts